BERITA

Pendidikan Politik bagi “Tomas” digelar Kesbangpol Kota Makassar

metavisi.com – menatap Pemilu 2024, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Kota Makassar menggelar kegiatan Pendidikan Politik bagi Tokoh Masyarakat angkatan VIII tingkat Kota Makassar tahun anggaran 2022 di Hotel Dalton Makassar

Kegiatan Pendidikan Politik ini dimaksudkan sebagai refresh kembali bagi Para Tokoh Masyarakat khususnya di Wilayah Kecamatan Biringkanaya terkait persiapan awal perhelatan Pemilu serentak

Mewakili Walikota Makassar, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Makassar Drs. H. Zaenal Ibrahim, M.Si. membuka kegiatan secara resmi

Dalam sambutannya H. Zaenal menyampaikan perlunya warga dan Tokoh Masyarakat berpartisipasi dalam suksesnya Pemilihan Umum mendatang
Para Tokoh Masyarakat dirasa perlu diberikan update kembali pengetahuan awal tentang persiapan penyelenggaraan Pemilu dalam menyongsong Pemilu yang akan diselenggarakan 2024 mendatang” jelasnya

selanjutnya Penyampaian materi pertama dibawakan  oleh Ketua KPUD Kota Makassar M. Farid Wajdi berjudul Persiapan Pemilu Serentak, materi ke Dua disampaikan oleh Komisioner KPU Kota Makassar Endang Sari berjudul Demokrasi, Pemilu dan Partisipasi, dan materi ke Tiga juga dibawakan oleh Komisioner KPU Kota makassar Abd. Rahman berjudul Bahaya Politik Uang pada Pemilu, adapun poin-poin yang disampaikan Narasumber yaitu:

  1. intensitas pelaksanaan Pendidikan Politik
  2. Pemilih mesti sadar akan hak pilihnya
  3. Pemilih harus menjadi penggerak mengajak sesama warga dalam melaksanakan hak pilihnya
  4. Pemilih harus berani menyatakan tidak pada Politik uang
  5. Pemilih tidak mudah terprovokasi pada isu RAS

Sementara itu salahseorang Peserta kegiatan inisial an menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini penting diselenggarakan secara kontinuitas
kegiatan ini penting digelar secara sustain sebagai input knowledge bagi warga dan para Tokoh Masyarakat terkait kontestasi Pemilihan Umum serentak yang rencananya akan digelar pada Februari 2024. Betapa tidak partisipasi Pemilukada lalu hanya sebesar 59% dari 960.000 DPT Kota Makassar. berarti ada sekitar 41% warga wajib pilih belum memenuhi hak pilihnya,  olehnya itu diperlukan renstra khusus untuk menanggapi fakta ini,  nahh kegiatan-kegiatan seperti ini merupakan upaya Pemerintah melalui Para Tokoh Masyarakat dalam menstimulasi minat warga agar berpatisipasi dalam Pemilu”  jelasnya

Kegiatan Pendidikan Politik ini dihadiri Anggota KPU Kota Makassar, PPK Kecamatan Biringkanaya,  dan Para Tokoh Masyarakat 11 Kelurahan Kecamatan Biringkanaya.
tulis,an

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *